Rabu, 15 Juli 2015

Lebaran di Hari Jumat, Boleh Tak Ikut Jumatan

Lebaran di Hari Jumat, Boleh Tak Ikut Jumatan - Pemerintah melalui Kementerian Agama, baru menggekar sidang Isbat, Kamis 16 Juli 2015 hari ini untuk menentukan hari Lebaran, 1 Syawal 1436 Hijriyah.

Organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah, Senin (13/7/2015) lalu sudah menetapkan 17 Juli 2015 sebagai hari raya Idul Fitri. Ini berarti puasa hanya 29 hari.

Seperti tradisi sebelumnya, hasil rukyat Nahdlatul Ulama (NU), akan menjadi rujukan pemerintah.

Dosen Universitas Islam Makassar Mahmud Suyuti M,Ag mengingatkan, bila Idul Fitri atau Idul Adha bertepan di hari Jumat, maka tidak wajib bagi mereka yang ikut salat Id untuk juga menunaikan salat Jumat berjamaah.

Namun, harus tetap menunaikan salat Lohor

Dia mengemukakan, siapa saja yang tidak menghadiri shalat Jum'at dan telah menghadiri shalat 'ied, maka wajib baginya untuk mengerjakan shalat Zhuhur sebagaimana dijelaskan pada hadits yang sifatnya umum.'

Merujuk Fatwa Al-Lajnah Ad-Da'imah li Al-Buhuts Al-'Ilmiyyah wa Al-Ifta', 8: 182-183, pertanyaan kelima dari Fatwa no. 2358, Mawqi' Al-Ifta'), Mahmud menjelaskan rujukannya.


Menurtnya, sebagian besar ulama (jumhur ulama) berpendapat, dibolehkan bagi orang yang telah mengerjakan shalat 'ied untuk tidak menghadiri salat Jum'at.

Diriwayatkan dari Iyas bin Abi Romlah Asy Syamiy, ia berkata, "Aku pernah menemani Mu'awiyah bin Abi Sufyan dan ia bertanya pada Zaid bin Arqom, "Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertemu dengan dua 'ied (hari Idul Fitri atau Idul Adha bertemu dengan hari Jum'at) dalam satu hari?" "Iya", jawab Zaid.

Kemudian Mu'awiyah bertanya lagi, "Apa yang beliau lakukan ketika itu?" "Beliau melaksanakan shalat 'ied dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat Jum'at", jawab Zaid lagi. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Siapa yang mau shalat Jum'at, maka silakan." (HR. Abu Daud no. 1070, An-Nasai no. 1592, dan Ibnu Majah no. 1310. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Dianjurkan bagi imam masjid agar tetap mendirikan shalat Jum'at supaya orang yang ingin menghadiri shalat Jum'at atau yang tidak shalat 'ied bisa menghadirinya.

Dalil dari hal ini adalah anjuran untuk membaca surat Al A'laa dan Al Ghosiyah jika hari 'ied bertemu dengan hari Jum'at pada shalat 'ied dan shalat Jum'at.

Rujukannya; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa membaca dalam dua 'ied dan dalam shalat Jum'at "sabbihisma robbikal a'la" dan "hal ataka haditsul ghosiyah"." An-Nu'man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari 'ied bertepatan dengan hari Jum'at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat. (HR. Muslim no. 878). (zil)

Previous
Next Post »