Sabtu, 18 Juli 2015

Masya Allah INILAH KEUTAMAAN dari Seorang IBU

Kita diperintahkan untuk 3x Lebih Mengutamakan Ibu ketimbang bapak. mengapa? Apa keutamaan seorang ibu? Berikut ada artikel menarik yang bisa anda ambil hikmahnya.



QS. AL AHQAAF 15



Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)





Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata,



“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’

Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’

Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’

Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’

Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’

Beliau menjawab, ‘Ibumu.’

Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’”

(HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)



Imam Al-Qurthubi menjelaskan,



Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah.



Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena kesulitan dalam menghadapi masa hamil, kesulitan ketikamelahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu.



Ketiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah tidak memilikinya.

(Lihat Tafsir Al-Qurthubi X : 239. al-Qadhi Iyadh menyatakan bahwa ibu memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan ayah)



Begitu pula dengan Imam Adz-Dzahabi rahimahullaah, beliau berkata dalam kitabnya Al-Kabaair,



  • Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun.
  • Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.
  • Dia telah menyusuimu dari putingnya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.
  • Dia cuci kotoranmu dengan tangan kirinya, dia lebih utamakan dirimu dari pada dirinya serta makanannya.
  • Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.
  • Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu.


Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.



Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.

Dia selalu mendo’akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.

Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu.



  • Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar.
  • Engkau puas minum dalam keadaan dia kehausan.
  • Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu.
  • Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat.
  • Berat rasanya atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah.
  • Engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek.
  • Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu.


Padahal Allah telah melarangmu berkata ‘ah’ dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut.

Engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu.

Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘aalamin.(Akan dikatakan kepadanya),



Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya”.

(QS. Al-Hajj : 10)

(Al-Kabaair hal. 53-54, Maktabatush Shoffa, Dar Albaian)



SEMOGA BERMANFAAT

SILAHKAN SHARE





Previous
Next Post »